Peningkatan perekonomian pada desa memiliki beberapa manfaat penting bagi masyarakat dan mendukung berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa mandaat yang berimbas pada masyarakat setelah peningkatan perekonomian di desa:
- Meningkatkan Kesejahteraan: Dengan peningkatan perekonomian, masyarakat desa dapat menikmati kesejahteraan yang lebih baik, terutama dalam hal konsumsi dan akses ke layanan publik[4].
- Menciptakan Peluang Usaha: Peningkatan perekonomian desa menyediakan lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat desa, sehingga mereka dapat mempraktisasi usaha dan mengembangkan keterampilan[4].
- Meningkatkan Pendapatan: Peningkatan perekonomian desa dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, yang pada gilirannya dapat digunakan untuk memperkembangkan kehidupan masyarakat dan masyarakat desa secara keseluruhan[4].
- Mengurangi Kesenjangan: Pembangunan ekonomi desa dapat membantu mengurangi kesenjangan antara kota dan desa, sehingga masyarakat desa dapat lebih mudah mengakses peluang dan fasilitas yang sebelumnya hanya tersedia di kota[4].
- Melestarikan Budaya dan Tradisi Lokal: Peningkatan perekonomian desa dapat membantu melestarikan budaya dan tradisi lokal, serta memberikan peluang usaha dalam sektor jasa dan kerajinan tangan[4].
- Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Pembangunan ekonomi desa juga dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa melalui peningkatan pendidikan dan keterampilan masyarakat[4].
Dengan demikian, peningkatan perekonomian pada desa memiliki dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dan mendukung berbagai aspek kehidupan mereka.
Hal ini berkessambungan dengan pembangunan Manyarejo Sentra Kuliner dan Olahraga Terpadu yang disingkat Maskot.
Kepala Desa Manyarejo Siswanto mengatakan, Maskot yang berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter persegi merupakan hasil sinergi Pemdes Manyarejo dengan pengelola kawasan JIIPE, PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS).
Dalam kutipan berita yang ditayangkan oleh dorronlinenews.com memaparkan bahwasannya. “Menempati lahan 4.000 meter persegi di Jalan Makam Dalam RT3/RW1. Selain ada lapangan badminton dan futsal, juga ada foodcourt 12 tenan, mushola dan mainan anak-anak. Ditunjang ruang parkir luas dan free wifi,” kata Siswanto.
Siswanto menjelaskan, sesuai dengan musyawarah desa (musdes) yang diadakan pada 5 Oktober 2023, termasuk rekomendasi dari tokoh masyarakat desa, Maskot bakal mulai beroperasi awal bulan depan. Di mana untuk sementara ini, lapangan bulutangkis dan futsal masih digratiskan untuk warga setempat.
Nantinya selama dua tahun ke depan, Maskot bakal dikelola oleh pihak ketiga. Di mana pihak ketiga yang mengelola Maskot nantinya, bakal memberikan kontribusi kepada Desa Manyarejo, yang bakal digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Desa Manyarejo.
“Yang pasti melibatkan warga Desa Manyarejo, baik yang berjualan maupun bekerja di situ,” tambahnya.
Dengan berdirinya Maskot, Siswanto berharap, nantinya warga Desa Manyarejo bakal semakin sejahtera dan mampu memberikan nilai tambah. Termasuk, berdampak pada lingkungan sekitar lantaran hadirnya ruang terbuka yang dapat memberikan manfaat serta nilai tambah.
“Harapan kami dengan hadirnya Maskot ini memunculkan ruang terbuka baru atau ruang publik bagi masyarakat, menumbuhkan perekonomian bagi kesejahteraan warga Manyarejo, juga pastinya dapat menjadi referensi sebagai pusat kebugaran warga,” beber Siswanto memungkasi
Dikutip dari lono 13 oktober 2023 yang di publikasikan di dorronlinenews.com (https://dorronlinenews.com/2023/10/bakal-ada-maskot-di-desa-manyarejo-sentra-kuliner-dan-olahraga-terpadu/)